About me

Namaku Moh. Khoiron Benraxid ~oke, benraxid itu tambahan sendiri. Nama kecilku adalah Heron, ini ada hubungannya dengan kebiasaan orang madura yang seenaknya gonta-ganti nama orang. Karena bagiku itu terdengar lebih keren, setiap ada kesempatan untuk memperkenalkan diri aku gunakan nama itu, tapi tak berhasil. Semenjak keluar dari pulau tercinta, panggilanku menjadi lebih normal, khoiron. Asli keturunan madura, pure-blood prince, :3. Lahir di kota bangkalan

SD dan SMP ku selasaikan di daerahku tempat tinggal. desa yang jam tujuh ke atas seperti berada di kuburan. Nevertheless, desa sepi seperti ini bisa membuatmu sedikit lebih romantis, langit malam dengan taburan bintang, angin malam yang menyisipkan kesepian, okertra hewan malam, nah kan >,<. Sebagian besar waktu masa kecilku dihabiskan di ladang orang, di bawah hujan, gardu bawah pohon kapas, sungai dan sekali-kali keluyuran ke desa orang.

SMA ku habiskan di pondok pesantren salafiyah syafi’iyah sukorejo. Hampir di ujung timur pulau jawa. Relatif jauh dari rumahku, lelaki memang harus melakukan perjalanannya sendiri. Di sana, banyak hal yang kudapatkan, dari pelajaran agama sampai ke masalah asmara, asmara yang kalian pasti tak ingin mendengarnya :v. Tidak sengaja punya kecanduan, dimulai dari nyoba-nyoba tidur (duduk) di waktu pelajaran, sampai pernah tidur sepanjang jam pelajaran sekolah madrasah, dari awal masuk sampai pulang. Bisa di bilang semua santri itu maniak tidur, di dalam kelas.

Pengalaman kampus di ITS Surabaya jurusan Matematika(2009), tempat dimana koleksi mangaku lebih banyak dari textbook kuliah, sebagian besar cerita di blog ini adalah ketika di kampus. Dan sekarang sedang dalam proses pengabdian, kembali lagi ke pesantren. Setelah 4 tahun merangas di surabaya, kembali ke pesantren itu seperti pengalaman naik gunung, adem-adem empuk.

Motivasi menulis sebenarnya untuk keluar dari kejenuhan(jenuh baca manga :3), jika bisa memberikan tambahan wawasan dan manfaat pada yang lain, itu adalah sesuatu yang tidak ternilai.

Terima kasih.

2 comments:

Ulir Rohwana said...

tulisannya enak gan.. salam kenal...

Heron said...

iya mas, terima kasih banyak... jadi terharu.

Dimensi Tak Hingga © 2014