Sunday, December 10, 2017

Kopi mungkin memang tak semanis dirimu

Sunday, December 10, 2017
Belakangan ini hidupku terasa lebih bermakna, sering begadang untuk mengerjakan tugas, interval tidur jadi lebih berkurang, dan result nya adalah, tugasku menjadi maksimal, maksimal disini bisa memiliki banyak arti (multivariable, bergantung pada variable state yang lebih dari satu), dan pemilihan state-state ini murni individual, misal bekurangnya rasa bersalah karena telah mengerjakan tugas dengan sungguh-sungguh, merasa menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi lebih PD untuk bisa menyapamu, lalu main ke rumahmu, okeh kalimat terakhir mungkin memang cuman teori. Semua ini mengantarkanku pada hipotesa bahwa performa index (PI) dari tugas adalah tidur

Tidur:L(x,u)(let’s don’t pry deeper what the function look like, padahal ini penting :/)

dimana L (tidur) ini haruslah diminimalkan (kenapa?), mungkin konsep ini sangat terdengar absurd, tapi untuk orang sepertiku, yang terkena angin sepoi-sepoi sedikit saja langsung tertidur (yups tidur adalah keahlianku), bisa tidak tidur bagiku itu adalah pencapaian yang membanggakan.

Karena L ini adalah PI, semakin  kecil maka itu semakin bagus, dalam kasus ini tentu saja. Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana caranya menimalkan L. Karena L adalah fungsi dari x dan u, maka mengubah nilai L bergatung pada nilai yang kita berikan sebagai x dan u,  x adalah state, state ini tidak bisa ‘secara langsung’ kita ubah nilainya, sedangkan u adalah yang disebut sebagai input, input ini merupakan rangsangan dari luar yang bisa kita atur nilainya secara langsung, berakibat pada kita bisa mengatur nilai L. jadi intinya adalah bagaimana kita memilih nilai u yang dapat meminimalkan nilai L. tapi sebelum itu, sekarang yang jadi pertanyaan adalah apa input itu, u, dirimu kah? Sepertinya bukan, kau tau, karena glukosa membuat cepat mengantuk, padahal manismu lebih parah.

Untuk bisa tau inputnya apa, kita perlu tahu lebih dalam tentang sistem yang akan kita berikan input tersebut. karena gak mungkin, mobil kau kau kasih input air, atau cowok jones kau kasih cowok juga, entahlah bisa berlaku mungkin kalau dia lgbt.

Sistemnya adalah tugas. Sedangkan sekarang bisa diasumsikan bahwa aktuatornya (pengerja tugas) adalah diri kita sendiri (bisa juga bayar orang lain), kita yang bergerak mengerjaka tugas, aktuator inilah yang diberikan input. Input yang dapat membuat ‘melek’, dari semua pilihan yang memungkinkan, dan paling setia menemani disaat galau dan gundah gulana, pilihanku jatuh padamu, yups kau kopi (lebih spesifiknya sih caffein, btw pemilihan  nya sembarangan lagi).

Tapi bukan berarti semakin besar  (semakin banyak kopi) maka itu semakin ‘bagus’. Ada beberapa pertimbangan dan kendala yang perlu diperhatikan, seperti isi dompet, kondisi metabolisme dll, yang mana harus memenuhi persamaan kendala berikut

f(x,u)=0

disebut sebagai equally constraint. kendala ini bisa saja lebih dari satu, ambil misal metabolisme manusia, semakin banyak  (kopi) memang akan meminimalkan (tidur) tapi belum tentu bagus untuk metabolisme kita (btw aku pernah baca artikel bahwa minum kopi 3-4 cangkir sehari mampu menurunkan resiko kematian dari pada yang tidak minum, kecuali untuk wanita dan yang sedang hamil, ada di sciencedaily kalau mau baca). Jadi haruslah dipilih  yang tepat sehingga semua itu tercapai: minimal  dan memenuhi . Tidur minimal tapi masih baik untuk metabolisme.

Jadi, berapa cangkir sehari kira-kira? 3-4 cangkir sepertinya masih bisa ditoleransi. Yang penting sebelumnya sudah makan, karena bagi yang punya asam lambung tinggi, maag dll, kopi sebelum makan bisa melukai lambung, ini ditandai dengan feses yang disertai darah. Berarti makannya kurang lebih 3 kali sehari juga. Bisa ga kira-kira? Mungkin kau pernah juga mengalaminya, kalau lagi sedang serius, fokus mengerjakan sesuatu, atau fokus bermalas-malasan, makan menjadi suatu hal yang relatif tidak penting, akhirnya ditunda tunda sampai bikin pusing dan sakit lambung. Apalagi jika kau anak kost + jones, makan mejadi suatu yang sangat mellow.


No comments:

Dimensi Tak Hingga © 2014