Sunday, July 15, 2012

Perjalanan Malam

Sunday, July 15, 2012
            Ahir-ahir ini sulit bener  tidur awal. Kalau mau sedikit di analisa, mungkin karena siangnya aku sudah ngambil jatah tidur, bisa dibilang pola tidurku sekarang memang sudah tak teratur. Masih mending dulu waktu awal-awal kuliah, siangnya dapet jatah tidur- di dalam kelas-, malamnya masih bisa tidur awal. Mantap. Dan Juga, karena pola dan asupan makanku kurang sehat, hmm. semuanya berimbas pada reaksi kimia di dalam tubuhku.  Proses penyampaian pesan dari otak ke seluruh tubuhku-ataupun sebaliknya- jadi kacau balau, harusnya malam adalah waktu untuk istirahat, tubuh dan otakku malah dapet pesan kalau aku harus melakukan seluruh aktivitas di malam hari. maka dengan senang hati-karena terpaksa-, aku sebagai pribadi yang tidak suka men-judge, ku terima saja permintaan untuk terjaga. Jadi, kalau suatu waktu nanti tatapan mataku tambah sendu dan makin mempesona. Maaf, Aku benar-benar tak bermaksud begitu.

It’s ok. Meskipun malam, Ini adalah waktu. Setidaknya aku harus melakukan suatu yang berguna-ketimbang dihabiskan hanya untuk menghayal-. Sudahlah, sekalian aja tidak tidur, ku buat secangkir kopi. Posisi sudah nyaman, selanjutnya  ku buka file di folder TA. oh kawan, folder ini aku benar-benar tak mengaharapkannya ada di liburan seperti ini. Isinya di dalam bermacam-macam, mulai dari fluida-boger fluid, newtonian fluid-, pewarnaan graph-yang ada materi untuk mengerjakan sudoku, cara lain jika nanti aku mengisi sudoku, tak harus menganalisa yang menghabiskan bermenit-menit-, kendali optimal-sangat menarik, aku bisa menjadi sniper handal jika bisa menerapkannya dengan baik- dan yang ini adalah menjadi consern ku untuk pengerjaan TA-masih bimbang sebenarnya-; algoritma genetika, Ku baca filenya.

Tapi di lembar-lembar awal aku sudah sedikit putus asa. Algoritmanya di dasari dari teori darwin tentang seleksi alam, Individu yang dianggap bagus-lah yang mampu bertahan. Aku tak perlu menjelaskan semua teori-stepstep algoritma genetikanya seperti apa, karena yang menjadi pembahasanku hanya di kata fitness ; nilai yang menentukan bagus atau tidaknya suatu individu. Proses seleksi dimulai dari sini, probalitas dari sebuah individu untuk bisa bertahan dan menghasilkan keterununan(crossover) di tentukan dari fitnees, nilai objektif(bukan subjektif) dirinya terhadap nilai objektif individu lainnya. Jadi kita bisa katakan bahwa individu terjebak dalam suatu sistem.

Contoh kasus. Dalam sistem perkuliahan ; individu yang tak bisa menangkap pelajaran, pemalas, tidak mengerjakan tugas, dll-yang berhubungan dengan perkuliahan-,  fitnessnya tidak baik dalam perkuliahan-meskipun mungkin punya kemampun yang bagus di luar itu-, jadi punya probalitas yang kecil untuk bisa tetap bertahan di perkuliahan. Makanya ku katakan individu itu terjebak dalam sistem, karena individu itu harus punya fitness yang baik untuk bertahan dalam sistem. Dan ini terjadi dalam seluruh jenjang kehidupan, organisasi, masyarakat, kantor dsbg.

Dengan ekstrem, Satu jalur dengan aliran filsafat strukturalisme. Individu hanyalah tuntutan dari sistem, tak ada “aku” dan “kebebasan” untuk memilih, yang ada hanyalah pemenuhan terhadap permintaan sistem. Individu hanyalah budak sistem.

Positifnya, pemikiran seperti itu sangat realistis. Kalau ingin bertahan-dan sukses- di sistem perkuliahan-misalnya- maka harus pinter, rajin, dll-fitnessnya bagus. Tapi tentu saja kita tak bisa membenarkan pemikiran seperti itu secara sepihak. Dengan memikirkan bahwa kita “ada” secara individu, lahir sebagai diri sendiri sudah membuktikan kita adalah individu yang berdiri sendiri. Meskipun kita hidup dalam sistem, kita punya kebebasan untuk menentukan pilihan-kita bisa memilih akan belajar apa tidak, mengerjakan tugas apa tidak, memilih antara mau nilai E apa A. Hahaha-. Jadi selain punya nilai objektif kita juga punya nilai subjektif(yang tidak terjerat oleh sistem).  Dan Jangan salah paham, Ini bukan pembelaan karena di perkuliahan aku kacau balau. Ckakakaka.

Sebuah pelajaran yang sangat berharga-terlebih untukku-. selain kita harus menghargai nilai subjektif di dalam diri kita, kita harus relisitis bahwa kita hidup selalu berada dalam sistem, selalu bersinggungan dengan orang lain. Mempersiapkan diri sendiri, menentukan apa yang harus dilakukan, tidak kekanak-kanakan, tidak hanya mementingkan diri sendiri, tidak bertindak semaunya, karena mau tak mau kita harus mengakuinya; Bahwa takdir kita bukan hanya milik sendiri, hidup kita juga terbagi-bagi untuk kehidupan seluruh semesta, untuk setiap kewajiban-kewajiban yang harus kita lakukan. hmm, hmm, hmm. Secara teori seperti itu, tapi ntah nanti di laksanakan apa tidak.

Kesadaran itu sulit sekali muncul, tapi dengan sangat mudah tenggelam. Maka biarkan seluruh tubuh merasakannya, meresap kesetiap pori, dan membius diri meskipun hanya sejenak, membiarkan sadar dan bawah alam sadar saling berbagi . Lagi-lagi, secara teori seperti itu.

Nb; dengan ini saya memberanikan diri bahwa malam hari adalah waktunya bangun dan siang hari untuk tidur.



4 comments:

Fadil Muhammad said...

ron facebookmu kok lenyap ya?

Heron said...

iya ni kebo. aku diactivekan.. di fb kerjaany cumn main kuis aja... ckakakaka...

borneo said...

jiahh kupu-kupu malam

Fadil Muhammad said...

^ ciee borneo perhatian ke khoiron ciee ciee

Dimensi Tak Hingga © 2014